jump to navigation

Cinta & Rahwana 22 Juni, 2014

Posted by husnukusuma in Life.
trackback

 

Salahkah Rahwana mencintai Sinta? Salahkah Paris mencintai Helent? Apa bedanya? Pertanyaan-pertanyaan ini sepertinya terjawab di buku Sujiwo Tejo, yang saya temui baru-baru ini di Gramedia, judulnya “Rahvayana”. Berikut adalah ulasan spesial saya:

  1. Penulis

    Pertama kali saya mendapat gambaran visual tentang Sujiwo Tejo, adalah saat dia mengisi TED conference (ada di Youtube). Saat itu saya tahu dia pernah kuliah di jurusan Matematika ITB dan Seni Rupa ITB. Fasih berbicara dan berargumen. Impresi saya: ini orang keblinger namun kadang ada benarnya. Lucu dan mampu men-challenge conventional wisdom. Dan masih terlihat guratan-guratan sisi terpelajarnya sepanjang berbicara.

     

  2. Gaya bahasa buku

    Tentu yang kita harapkan dari buku seorang Sujiwo Tejo adalah yang non-conventional. Buku ini tepat seperti itu, unusual, wild, ngawur, sembrono, bijak, mempertanyakan hal yang selama ini kita terima tanpa bertanya, dll. Buku ini tidak seperti buku-buku saya yang lain, yang walau buku popular, tapi berdasarkan riset, tes di lab, observasi, dll., lalu ditulis dengan runtun, teratur, menggunakan index, bantuan visual (seperti peta, gambar), dll. Tidak. Buku ini liar dan kadang tidak masuk akal, dan mungkin memang seperti itulah cinta. Seperti film Fracture (2007) yang dibintangi Anthony Hopkins, perasaan cintanya dikatakan seperti “a dense, crushing… geophysical force, like I’m pinned to the core”. Jika di buku “Why Nations Fail” karya Daron Acemoglu dan James A. Robinson (Profesor di MIT dan Harvard University), kita dijelaskan asal muasal perbedaan tingkat ekonomi dunia dan dibawa menjelajahi system ekonomi ekstraktif dan inklusif di berbagai negara. Lalu jika di buku ‘Collapse” karya Jared Diamond (Profesor UCLA) kita menjadi tahu bagaimana peradaban kuat masa lampau bisa hancur/berhasil dan kita terbawa ke Montana , Greenland, Easter Island, Anasazi, Maya, Jepang, dll. Maka di buku ini kita dibawa juga ke Ayodya, Mayapada, Borobudur, Manoreh, Bali, Timur Tengah, Perancis, Korea, dll. Tentu gaya bahasanya dengan style masing-masing, hehehe…

     

  3. Ramayana versi embuh

    Untuk memahami buku ini, sebaiknya Anda tahu sedikit tentang cerita Ramayana. Di buku ini Sujiwo Tejo berusaha menceritakan perasaan, pengalaman, dan membela Rahwana. Karakter antagonis yang selama ini kita benci dan salahkan. Tapi salahkah Rahwana? Rahwana amat yakin Sinta adalah titisan dewi Sukasalya, dan sebelumnya Rahwana juga yakin dewi Sukasalya adalah titisan Dewi Citrawati, dan sebelumnya Rahwana juga yakin dewi Citrawati adalah titisan Dewi Widowati. Ya, Rahwana jauh hari juga sudah naksir Sinta. Njlimet memang, dan kita akan menemukan banyak nama wayang bercampur dunia riil yang menunjukkan luasnya wawasan si pengarang.

    Perang demi Cinta: Jika Paris tidak membawa Helent ke Troya, maka perang Yunani – Troya mungkin tidak perlu terjadi. Tapi apa kata ayah Paris? Dia telah berperang ribuan kali, tapi baru kali ini perangnya menjadi agung karena cinta. Cuk, Raja edan, mengorbankan negara demi cinta anaknya? Tapi cerita perang Troya mengundang twist yang lain: Achilles fight for honor (cintanya). Agamemnon fight for power (cintanya). Jadi sebenarnya semua berperang demi cinta. Beda lho sama Rahwana, tidak ada misi fight for honor, fight for power dalam cintanya ke Sinta. Cinta Rahwana adalah pure, hehehe

    Dikatakan dalam sebuah joke bahwa otak kita itu sangat hebat, bekerja terus sejak kita di dalam perut Ibunda, tapi stop bekerja saat kita ujian atau jatuh cinta, hehehe

    Quotes dari buku ini yang paling saya ingat adalah: “Hidup lebih mati tanpa cinta”. Jadi, apa cinta anda? Apakah pekerjaan anda anda cintai? Atau anda sebenarnya hanya zombie yang menunggu waktu pensiun?

    Kahlil Gibran menulis dengan indah dalam bukunya:

Bekerjalah dengan cinta….

Jika engkau tidak dapat bekerja dengan cinta, lebih baik engkau
meninggalkannya…

Dan mengambil tempat didepan pintu gerbang candi-candi,

Meminta sedekah kepada mereka yang bekerja dengan penuh suka cinta…

 

Kahlil Gibran ( Sang Nabi )

 

 

 

 

 

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: