jump to navigation

Bernoulli, Teori Utilitas, dan Gaji 22 September, 2013

Posted by husnukusuma in Life.
Tags: , , ,
trackback

Daniel Bernoulli adalah salah satu fisikawan yang berkontribusi besar pada dunia engineering. Prinsip persamaan Bernoulli untuk dinamika fluida sangat berguna di dunia aerodinamika, oil & gas, dll. Karena pentingnya, persamaan Bernoulli adalah salah satu dari sedikit persamaan yang saya masih hafal sampai sekarang. J

Tidak banyak yang tahu, bahwa Bernoulli juga berkontribusi penting terhadap teori Utilitas (Utility Theory) yang digunakan di dunia ekonomi. Untuk memahami teori ini, mari kita gunakan beberapa kondisi berikut ini:

  • Anita memiliki uang 1 juta, sementara Susan 8 juta. Jika kita memberi mereka tambahan 2 juta, maka Anita akan lebih senang daripada Susan, karena persentasi kenaikan uang Anita lebih tinggi dari Susan.

Kenaikan dengan persentase seperti ini, sering kita dengar dalam percakapan sehari-hari, misalnya jika ada rekan yang pindah kerja, kita akan bertanya “naik berapa persen?” Setelah mendengar jawabannya, maka kita bisa menilai dan membandingkan dengan kondisi kita sendiri.

Teori utilitas, lebih jauh dibawa Bernoulli ke ranah matematika, menggunakan pendekatan logaritmik untuk nilai utilitas, dengan hasil sebagai berikut:

Dengan menggunakan grafik Bernoulli di atas, maka jika Anita dari memiliki 1 juta (nilai utilitas 10) lalu ditambah 2 juta, menjadi 3 juta (utilitas 48), maka utilitasnya naik 48 – 10 = 38 point. Untuk Susan, kenaikan nilai utilitasnya adalah 100 – 91 = 9 point. Dapat dikatakan, menurut teori utilitas, Anita lebih bahagia sekitar 4 kali lipat daripada Susan.

Pengembangan teori Utilitas adalah Prospect theory, yang dikembangkan peraih nobel ekonomi Daniel Kahneman. Teori ini melengkapi dengan menambahkan nilai referensi dan nilai negative (loss). Dalam 2 contoh di bawah, kita dihadapkan dengan 2 pilihan yang sama nilai utilitasnya:

  • Problem A: Get $900 for sure OR 90% chance to win $1,000. Utilitas $900 atau 90% x $1,000 = $900.
  • Problem B: Lose $900 for sure OR 90% chance to lose $1,000. Utilitas – $900 atau 90% x (- $1,000) = – $900.

Untuk problem A, kita umumnya memilih mendapat dengan pasti uang $900. Dan pada problem B, kita umumnya mengambil pilihan 90% chance to lose $1,000.

Menurut Kahneman, pada kondisi yang baik/mendapat gain (problem A), maka manusia mencari kondisi “aman”, menghindari risiko (risk averse). Sementara jika dihadapkan pada kondisi-kondisi tidak baik (losses), manusia menjadi risk seeking alias nekat.

Hal-hal yang mungkin bisa dipetik dari teori Utilitas adalah:

  1. Tawaran gaji yang sama di suatu perusahaan bisa bernilai utilitas berbeda untuk 2 orang, tergantung reference point-nya (gaji mereka sekarang)
  2. Semakin tinggi gaji Anda, semakin sulit meningkatkan kebahagiaan materi (utilitas)
  3. Pada kondisi tidak baik (kepepet), manusia menjadi risk seeking dan cenderung nekat

Referensi: Buku “Thinking, Fast and Slow”, Daniel Kahneman.

Komentar»

1. ViaVi - 28 November, 2013

great post, salam kenal. Kita sesama pengagum behavior economic, pecinta karya malcolm gladwell.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: