jump to navigation

Rear View Camera & New Head Unit Display 12 April, 2012

Posted by husnukusuma in Technology.
Tags: , , , , , ,
3 comments

Menurut saya kamera belakang mobil adalah keren. Sebelumnya baru 2 kali saya melihat penggunaan kamera belakang, yang pertama di mobil Land Cruiser Senior Manager di lapangan dan di Mazda 2 milik teman. Harus diakui saya terpesona dengan kecanggihannya. Masuk gigi mundur (reverse), kamera otomatis aktif dan di screen terlihat pandangan belakang.

Menurut statistik, banyak kecelakaan (bahasa Jawa-nya kunduran, atau back over), yang dapat dicegah dengan alat tersebut. Bahkan Amerika akan mewajibkan penggunaan kamera belakang di tahun 2014 karena alasan tersebut. Namun bukan hal itu saja yang membuat saya berniat memasang kamera belakang, tapi juga malas mobil gores karena benda yang tidak terlihat di belakang.

Ok, posting ini adalah adalah beberapa pelajaran dan catatan, berdasarkan pengalaman memasang rear camera dan head unit di Honda Jazz milik istri (saya naik shuttle, ehem…).

  1. Head Unit (HU)

    Head unit adalah pemutar music di sebelah setir, hehehe. Tipe yang umum ada 2, yaitu single DIN (kiri) dan double DIN (kanan) – yang membedakan adalah ukuran:

    Apaan sih DIN? Udin? Ternyata DIN adalah standard Jerman saudara2 (yg anak Mesin mungkin masih ingat) dan DIN tentang ukuran head unit mobil diadopsi ke ISO 7736– lengkapnya baca di: http://en.wikipedia.org/wiki/ISO_7736

    Nah untuk memasang kamera belakang, lebih baik kendaraan anda menggunakan double din, walau ada single din yang re-tractable (keluar panelnya) seperti ini:

    Jika HU anda sudah double din, harus dicek juga apakah bisa menerima input rear camera. HU bawaan Honda jazz, setahu saya belum bisa, karenanya saya mau ganti.

    Ada berbagai merek HU di pasaran, yang terkenal Kenwood, JVC, Pioneer, Alpine, Sony, dll., gimana dong cara menentukan yang paling OK? Jaman sekarang sudah canggih Mas, buka saja amazon.com, cari head unit double din, lalu lihat review-reviewnya. Kriteria saya adalah murah, ada input rear camera, port usb di depan, touchscreen-nya ok, Bluetooth. GPS sudah punya dan TV takut gambarnya kepyur2/ga jernih (seperti TV mobil Pajero di lapangan).

    Akhirnya setelah melalui banyak pertimbangan, pilihan jatuh ke Pioneer AVH 2450, yang cukup untuk kebutuhan saya (di US serinya 2400).

    Btw, untuk mengecek kompatibilitas HU dengan mobil anda, gunakan website crutchfield (http://www.crutchfield.com/) di situ ada feature “Does it fit my car?”

  2. Tipe Kamera

    Pada dasarnya ada 2 tipe sensor kamera: CMOS dan CCD. Masing-masing memiliki keunggulan (detail teknisnya banyak bgt brur). Pada saat memilih, paradigma saya adalah CCD lebih baik, sehingga ngotot harus CCD. Ada kemera Kenwood CCD-2000, tapi harganya di luar budget. Akhirnya pilihan jatuh ke AVT (merek ga jelas) – karena di audiomobilshop.com adanya itu (tempat rencana beli HU).

    Tipe kamera juga bisa dibedakan berdasarkan instalasi: dijejalkan di bumper, digantung – biasanya di atas plat, menggantikan lampu parkir – biasanya tergantung mobil apa, atau dipasang di frame plat. Berikut gambarnya:

    Ini adalah salah satu hasil instalasi mode 1 yang – dari kaskus:

    Kalau yang saya tipe gantung – menggunakan baut – pas lihat dibaut sakit hati euy…. Tapi ketimbang bolongin bumper :p

    Saya sarankan ke teman-teman pasang yang khusus buat mobilnya, agar lebih bagus, kalau keukeuh pengen CCD bisa dicari di ebay (saya lihat ada banyak).

    Kalau yang frame plate nomor kok rasanya belum banyak yang jual di sini.

    Hal yang perlu diperhatikan – kamera: Viewing Angle, at least 1000, Apakah ada infrared, Water resistance – diukur dengan IPxx (66, 67, 68), Illumination – kemampuan di tempat gelap.

    Juga hal yang penting lain apakah anda ingin parking guide atau hanya reverse view saja? Untuk yang ada parking guide, mungkin lebih mahal, karena perlu logic tersendiri. Tapi bayangan saya yang reverse view juga bisa dibuat guide line, dengan cara pakai galah yang lurus dan panjang, sejajarkan dengan mobil, lalu beri tanda di HU, hehehe

  3. Wiring

    Wiring dari kamera belakang ke HU di depan saya lihat harus dilakukan oleh orang yang berpengalaman – teknisi yang pasang unit saya katanya sudah experience 8 tahun – karena cukup kompleks, harus membuka dan menyelipkan kabel ke bagian2 yang tidak terbayangkan sebelumnya. Tapi hasilnya benar-benar tidak ada kabel yang terdeteksi mata, semuanya tersembunyi.

    Power untuk kamera berasal dari kabel power untuk lampu mundur, jadi begitu gigi mundur, otomatis kamera nyala dan memerintahkan/memaksa HU menampilkan view belakang – begitulah triknya.

    Orang yang masang unit saya datang ke rumah dengan biaya instalasi 200 ribu. Mereka datang naik motor 2 orang.

Hal lain: jika anda membeli HU, pastikan meminta lis-nya juga, kalau tidak bisa ada gap kecil dengan dashboard.

Hmm… apalagi ya? oh referensi lain adalah modifikasi.com, juga rear view camera guide di ebay.

Demikian, semoga bermanfaat.

Pics:

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 630 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: