jump to navigation

Pembukaan: About Me 22 Desember, 2007

Posted by husnukusuma in Uncategorized.
5 comments

Namaku Husnu Siswa Kusuma. Dilahirkan awal tahun 1983 di Godean, Yogyakarta. Husnu memiliki arti yang sama dengan nama ayahku, Husni, yang artinya”baik”, Siswa adalah pelajar, dan Kusuma berarti bunga. Jadi tafsir terhadap namaku adalah “orang yang baik, senantiasa belajar, dan memberi sekelilingnya segala yg diasosiasikan dengan bunga (keindahan, wangi, nectar, dll – hey wait… what about bunga bank? ;p).” Am I all of that? Well, I’m still trying…

Ayahku seorang dosen IAIN, beliau wafat tahun 1995, sebelum aku sempet nanya banyak hal (kaya apa bedanya fakultas2 di IAIN: Tarbiyah, Syariah, dll). Ibuku pegawai di apotek, beliau lulusan SAA, Sekolah Asisten Apoteker (setingkat SMA gitu). Aku punya seorang mas, juga seorang dosen, tapi di UGM. Masku udah nikah dan punya 2 anak; cewek dan cowok yg masi kecil2.

Aku blasteran, karena Ayah bersuku Sasak (Lombok) dan Ibu Jawa (Jogja)… kaya gini masuk definisi blasteran dong? ;) . Pas Ayah meninggal, masku masih SMA yang mau masuk kuliah, aku masih SMP kelas 2. Ekonomi kami goncang bo… Jadi untuk menekan OPEX (operating expenses) keluarga, salah satu solusi adalah memasukkanku ke SMA yg gratis. Ada Paklik-ku yg jadi guru di SMA yg masuk kriteria ini, tapi di Sumatra Utara (busyet, jauh bgt..), alhasil akupun test dan masuk di sana. Kok ga ke TarNus aja? Kala itu di SMP-ku yg ikut test TarNus udah ditentuin dulu oleh para Guru, dan aku ga masuk dlm list. Mungkin ini biar ga malu2in kali ya?

Masku adalah seorang yg secara akademik excellent. NEM matematikanya pernah dapet 10 – perfect ! alhasil kami dapet hadiah dari ortu sebuah video player PAL. Sebagai adik gw diharap ortu follow his path, but at that moment I think I failed them. Gw baru nyadar belajar itu perlu pas SMA, didorong keinginan kembali ke Jawa.

Pas SMA aku belum tau mau masuk jurusan apa, tapi yg jelas teknik. Selama try out aku selalu isi Informatika ITB, secara karena itu yg passing gradenya paling tinggi. Walau waktu itu udah pasti dapet tempat di Informatika STT Telkom (jalur PBUD), tapi rencana ke ITB tetep jalan. Masku nyaranin ga usah ke IF, dengan alasan programmer Indo masih kalah jauh dengan asing (sesuatu yg saat ini terbukti salah). But anyway I took his advice; it’s not going to be Informatics. Gw pengen perminyakan, tapi buru2 dilarang Mama, takut gw ke offshore dan ga balik2 ke onshore, hahaha. Finally gw ambil Mesin, stelah dapet wangsit dari Pak Deden (guru kimia idola gw), pada malam terakhir sblm UMPTN, wkt beliau ngumpulin anak2 doa bareng di mesjid.

Kuliah: petualangan baru dimulai… New friends, new culture, new way of life, new clothes (bebas tanpa topi), new perspective, new way of thinking, etc. I met with geniuses from around the country, para master (baik master kuliah atau game), jagoan networking (baik computer network dan MLM network), para jagoan begadang, teoritikus cinta, pemain2 kartu yg punya unit legal di pojok perpus, pemain simulasi saham, pecinta Mesjid (Salman -red), senior yg tak kenal ampun pas praktikum dan ngawas ujian, dll.

Gw menikmati masa2 kuliah: jadi asisten ComLabs, ngajar web-design (my 1st money), ngajar anak kedokteran Unpar fisika dasar (quite gorgeous lho…), bantu mbak Oja ngerjain project2nya, nge-game bareng anak kos, jadi tukang reparasi komputer tanpa bayar, praktikum sampai malem, pernah sampai ditinggal asisten saking malemnya, ngerjain TA ama temen2 yg luar biasa: Adi dan Imam, termasuk menjalin silaturahim dengan mahasiswi2 unpad di Dago Pojok (kos Mbak Jim) :p

Setelah lulus gw nganggur cukup lama (5 bulan saudara2)… sampai PT. Rekayasa Industri menawarkan kesempatan menjadi piping engineer. Hampir ½ tahun kemudian aku pindah ke Medco E&P. Smoga ga perlu pindah2 lagi – unless I see definite benefits from doing so.

Kayanya lumayan panjang buat pembukaan. Thanks for reading. -husnu.